smart and sexy mom

Perempuan lebih sulit tidur dibanding laki-laki

Posted on: 04/12/2009


Aulia, ibu muda yang baru saja memiliki bayi, mengeluh. Pertama kali merasakan kesibukan menyusui bayi di malam hari, mengganti popok dan menidurkan kembali, dianggap sebagai keharusan bagi seorang ibu. Tapi semakin hari, kewajiban itu semakin membebani terutama karena ia merasa tidak cukup beristirahat. Beberapa kali setelah menidurkan bayinya, Aulia ikut tertidur di sebelah dengan wajah sangat lelah. Sebenarnya jika dijumlah, waktu tidur ibu muda tersebut bisa mencapai 6 jam dalam sehari. Tapi mengapa ia masih merasa seakan tidak tidur selama seminggu?

Salah satu gejala yang paling mungkin dialami Aulia adalah hypopnea. Itu adalah gejala dimana aliran oksigen ke otak menurun drastis saat tidur. Saat oksigen berada pada titik kritis, otak otomatis membuat mekanisme agar tubuh terbangun agar bisa bernapas secara normal. Itulah yang menyebabkan seseorang bisa terbangun beberapa kali saat tidur dan mengigau. Selain itu gejala yang sering dianggap lumrah adalah kelainan gerak limbik. Gejalanya adalah tungkai baik lengan atau kaki bergerak sendiri saat tidur. Keadaan tersebut membuat tidur menjadi tidak nyenyak. Selain itu faktor hormon juga ikut memperparah penyakit sulit tidur ini. Tak heran jika polling dari National Sleep Foundation mendapatkan hasil bahwa sekitar 70% perempuan yang masih menstruasi (di semua usia) terganggu tidurnya akibat gejala-gejala selama menstruasi seperti pembengkakan payudara, rasa mual, nyeri dan sakit kepala. Akhirnya tersingkap juga bahwa penderita terbanyak gangguan tidur sebenarnya adalah perempuan. Hal tersebut mengubah drastis penelitian di awal tahun 1990-an yang menyebutkan bahwa sebagaian besar pasien gangguan tidur adalah lelaki gemuk setengah baya yang datang karena dengkurannya mengganggu istirahat sang istri.

Dr.Barbara Phillips, Profesor dari Universitas Kentucky menyatakan bahwa perempuan memang lebih mudah terkena gejala insomnia dan gangguan tidur pada rentang umur berapapun, kecuali pada masa balita. Dapat dikatakan stres yang tinggi akibat kehidupan modern yang mengharuskan perempuan berkarir sekaligus menjadi ibu rumah tangga, sebagai salah satu penyebabnya. Ahli penyakit tidur dari Universitas Chicago, Eve Van Cauter, menambahkan bahwa kurangnya waktu istirahat dapat menyebabkan perempuan berada pada mood yang jelek, tidak bersemangat dan lebih sensitif. Perempuan dengan kelainan tidur juga beresiko mengalami stress, kegemukan, juga penyakit hati. Selain itu pengaruh terhadap hormon juga dikemukakan para peneliti. Mereka menemukan bahwa kekurangan tidur mengganggu produksi hormon yang mengatur masalah lapar dan haus. Akibatnya perempuan (dan laki-laki) yang sulit tidur cenderung lebih gemuk dari orang yang tak bermasalah dalam tidurnya.

Kebutuhan akan bisa tidur nyenyak menyebabkan permintaan akan pil tidur meningkat drastis. Berdasarkan data dari IMS Health, perusahaan konsultasi kesehatan dan farmasi, sekitar 2 milliar dolar tercatat dikeluarkan orang Amerika hanya demi pil tidur. Tapi pil tidur bukanlah solusi tepat untuk masalah ini. “Saat ini orang-orang sudah menganggap pil tidur seperti layaknya pil penghilang sakit kepala.” Ucap Dr. Meir Kryger, pengarang buku “A Woman Guide to Sleep Disorder”. Padahal menurutnya pil tidur harus dikonsumsi sesuai kebutuhan dengan mendapat ijin dari dokter. Meskipun obat tidur generasi baru seperti Ambien,Lunesta dan Rozerem tidak memiliki efek candu seperti pil tidur generasi sebelumnya, ia tetap merasa bahwa pasien harus mengikuti instruksi dari dokter. Pil tidur pada dasarnya hanya digunakan pada saat tertentu, misalnya saat seseorang baru ditinggal mati oleh orang yang dikasihi. Dan efek medikasi dari pil tidur tersebut hanya bersifat jangka pendek dan tidak mengatasi masalah sesungguhnya seperti stres, kelainan fisik dan perubahan hormon.

“Perempuan rentan terkena insomnia saat awal mendapat menstruasi, kehamilan dan saat mendekati menopause.” Ucap David Neubauer, psikiatri dari John Hopkins Sleep Disorders Center menambahkan. Perempuan belia yang baru mendapat menstruasi biasanya mengalami fluktuasi hormon. Hal tersebut mengurangi kandungan besi dalam darah dan mempengaruhi pola tidur.

Pada perempuan yang menopause, gejala seperti demam dan berkeringat di malam hari merusak pola tidur. Para ahli percaya bahwa ada mekanisme otak yang lebih rumit dibanding masalah hormon, yang menyebabkan keadaan susah tidur tersebut. Untuk masalah seperti di atas, beberapa perempuan berhasil mengatasinya dengan memakai kipas angin, menyalakan AC, menggunakan piyama tipis atau meletakkan air dingin di meja. Terapi hormon juga dipandang dapat mengatasi hal tersebut, walaupun hal tersebut memiliki risiko.

Selamat Tinggal Gangguan Tidur
Estrogen dalam hal ini bukanlah tertuduh tunggal atas masalah gangguan tidur perempuan. Para ahli mempelajari bahwa sifat dari pola tidur itu sendiri berpengaruh banyak. Apnea, berhentinya napas di saat tidur juga merupakan faktor yang mempengaruhi gangguan tidur perempuan menopause. Hal tersebut diakibatkan adanya tumpukan lemak di daerah sekitar leher yang mengganggu pernapasan. Sementara itu perempuan muda yang mengalami apnea biasanya disebabkan oleh kegemukan atas masalah struktur wajah yang tidak seimbang. Perempuan hamil juga seringkali mengidap apnea dan mendengkur karena jabang bayi yang ada di kandungan menekan diafragma si ibu. Penyelesaian atas kasus ini tentu saja dengan menurunkan berat badan atau tidur dengan posisi telentang.

Keadaan lain yang menyebabkan perempuan lebih banyak terkena gejala susah tidur dibanding laki-laki adalah ketidakmampuan tubuh untuk menghentikan gerakan selama waktu tidur. Tungkai-tungkai yang tidak bisa beristirahat ini disebabkan oleh kurangnya serum ferritin, bahan pembentuk zat besi. Keadaan tersebut disebabkan oleh menstruasi yang berlebihan atau kehamilan. Mendonorkan darah terlalu banyak atau berdiet vegetarian juga dipandang menyebabkan kekurangan zat besi. Solusinya adalah dengan mengkonsumsi suplemen zat besi. Meski untuk itu diperlukan waktu untuk memenuhi kembali kandungan zat besi yang kurang. Secara khusus, gangguan atas tungkai yang tak berhenti bergerak dapat diatasi dengan menggunakan dophamine, zat yang juga digunakan untuk menyembuhkan penyakit Parkinson.

Meski sebagian besar penderita insomnia adalah perempuan, laki-laki juga berpotensi terserang insomnia akibat gangguan hormon. Berhentinya napas saat tidur atau mendengkur bisa disebabkan oleh pengaruh hormon testosteron. Testosteron bisa mempengaruhi kerja jaringan yang berhubungan dengan pernapasan. Itu sebabnya laki-laki dua kali lebih banyak risiko dibanding perempuan, untuk terserang gangguan tidur berupa dengkuran. Selain itu pembengkakan prostat pada laki-laki setengah baya menyebabkan gangguan pada saluran kencing. Akibatnya laki-laki setengah baya akan berkurang tidurnya karena sering bolak-balik ke kamar kecil.

Selain insomnia yang disebabkan hormon, insomnia akibat perilaku biasanya dapat diatasi dengan cara cepat. Ahli penyakit tidur menyarankan agar tempat tidur hanya digunakan untuk tidur dan melakukan aktivitas seksual saja. Kegiatan lain seperti menonton TV sebaiknya dilakukan di ruang televisi. Mandi air hangat sebelum tidur juga membantu membuat tubuh menjadi rileks dan siap untuk tidur. Jika pikiran tentang film seram mulai muncul atau tagihan rekening mulai membayang, coba pikirkan hal-hal menyenangkan yang pernah dialami. Kebiasaan tidur teratur dan bangun teratur pada jam yang telah ditentukan membantu tubuh membentuk jam biologisnya sendiri. Memadamkan lampu juga bisa dijadikan cara untuk memberi tanda bahwa gelap adalah saat untuk tidur, dan saat matahari muncul adalah saat untuk bangun. Alkohol dan kafein adalah hal terakhir yang dipikirkan jika ingin tidur dengan nyenyak sepanjang malam (dari berbagai sumber)

2 Responses to "Perempuan lebih sulit tidur dibanding laki-laki"

Kalau begitu… Apakah dalam mekanisme haus juga dipengaruhi oleh faktor hormon yang berbeda antara perempuan dan laki-laki?

maaf lama tidak merespon.. sibuk mengurus anak yang sudah lahir. Nanti akan saya cari artikel soal mekanisme pengolahan cairan antara perempuan dan lelaki. salam kenal

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: