smart and sexy mom

Share: Gabung network dengan pertumbuhan tercepat di ASIA

Posted on: 21/11/2010


“You are the fastest growing network in ASIA.” Ucap seorang bule dari Swedia bernama Ted Boman mengakhiri acara pagi itu. Sontak seluruh peserta yang hadir, bertepuk tangan gemuruh. Itu adalah akhir dari acara, yang sekaligus menjadi awal bagi langkah saya menuju dunia yang sama sekali berbeda.

Iklan MLM, bisnis online, online marketing dan sebagainya, adalah dunia tipu menipu. Mereka biasanya menjanjikan uang banyak dalam waktu singkat, tanpa perlu bersusah payah, hanya demi menggaet calon korban. Sebagaimana di dunia nyata pun sulit mencari pedagang yang 100% jujur. Karena itu ketika melihat iklan – <d’BC network /a><>berseliweran di internet, saya cuek saja. Saya pikir mereka pasti sama saja dengan yang lain.

Tapi suatu hari, saya membaca sebuah testmoni dari teman lama saya, yang kelak menjadi upline saya. Sebelum membaca, saya sempat berpikir bagaimana bisa seorang wanita karir yang terpelajar seperti dia masuk dalam dunia MLM. Tapi setelah selesai membaca hingga paragraf terakhir, pertanyaan lainlah yang muncul di kepala. Jika dia saja mau menjalani usaha itu, kenapa saya tidak? Akhirnya, agak berbeda dari kebiasaan MLM lainnya, justru saya yang mengajak dia ketemuan dan mengambil keputusan untuk bergabung.

Jualan kosmetik. Itu inti yang awalnya saya tangkap setelah pertemuan dengan upline saya tersebut. Hari-hari berikutnya saya gencar menawarkan dagangan saya ke teman-teman. Alhamdulillah responnya bagus. Karena kosmetik tersebut memang terkenal dan mutunya bagus. Sayapun dengan mudah mendapatkan poin yang membuat saya mendapat diskon tambahan 3%. Dari keuntungan penjualan saja, saya sudah bisa menghemat uang belanja. Tapi masih ada pertanyaan yang menggantung di kepala. Jika dengan jualan saja saya sudah survive, kenapa harus MLM?

Lalu dimulailah babak baru dalam pengenalan bisnis ini. Jam 8 pagi saya sudah siap berangkat. Sampai di tempat acara kepagian, tapi ternyata sudah banyak ibu-ibu dengan dress code hitam silver. Mereka sepertinya panitia yang sedang sibuk technical meeting. Wow! ada technical meeting segala. Pikir saya. Sebesar apa ya acaranya?

450 orang hadir di acara ini dan 99% nya perempuan. Ada yang masih remaja dan gaya, ada yang malu-malu, ada yang full make up, tapi lebih banyak yang polosan saja seperti saya. Saat mengantri, saya sempat berpikir bahwa perempuan-perempuan yang tidak dandan itu pasti orang-orang baru. Ini kan bisnis kosmetik, batin saya. Masak ya penjualnya tidak pakai kosmetik. Apa ya laku?

Salah besar pikiran saya. Di awal perkenalan, saya bersama ratusan orang lainnya naik ke panggung untuk menerima penghargaan karena berhasil mencapai poin 3%. Kami semua dibagi sabun yang baru saja saya obrolkan dengan upline saya. Penampilan mereka yang naik ke panggung macam-macam. Ada yang sederhana, dandan mencolok, ada juga yang berusaha dandan tapi tetap biasa saja. Saya pikir ini akan berbeda saat penerimaan penghargaan bagi tingkatan selanjutnya. Ternyata, semakin besar bonus yang didapat, semakin bersahaja penampilan achiever-nya. Mulai dari 6%, 9%, 12%, 15%, 18%, dan 21%, tidak ada yang dandan mencolok.

Setelah itu yang naik ke panggung semakin sedikit. Mereka adalah orang yang berhasil mencapat bonus mulai dari 7 juta hingga 21 juta. Terakhir, penghargaan tertinggi disematkan kepada senior gold director kalau tidak salah. Intinya, dia mendapat cash reward 42 juta dan Honda CRV. Penampilannya, sangaaaat bersahaja. Ibu muda yang cantik dan berjilbab, Jadi teori saya tentang jualan kosmetik harus dandan, langsung runtuh begitu saja.

Namun masih ada beberapa pertanyaan di kepala, terutama tentang bisnis dengan target uang, uang dan uang. Meski uang memegang peranan penting dalam hidup saya, tapi apakah memang perlu saya berjingkrak-jingkrak mengucapkan yel-yel bersama ratusan orang lain demi mengejar penghasilan 42 juta per bulan? Pertanyaan itu dijawab dengan lembut dalam video tayangan sang direktur baru yang mendapatkan honda CRV.

Alih-alih menggambarkan kemewahan hidup bergelimang puluhan juta per bulan, ia malah menampilkan foto-foto saat ia hamil, menggendong anaknya, bercanda dengan mereka, dengan teks yang menjelaskan bahwa merekalah arti sempurna yang sesungguhnya. Jujur saja, saya terharu. Tapi tetap belum menggoyahkan skeptisisme saya akan pencapaian hidup yang dinilai dari materi. Hingga kemudian tiba waktunya sang ibu berpidato. Salah satu yang paling saya ingat dalam pidato itu adalah bagaimana ia ditangisi downline2nya karena hendak berhenti dari bisnis ini. Bukan karena apa-apa, tapi karena hubungan mereka sudah seperti saudara yang saling membantu. Upline ada untuk memberi motivasi, bantuan, bahkan sesekali dukungan material, demi peningkatan karir para downline. Disinilah jawaban tentang MLM terjawab. MLM ada bukan untuk menjebak downline, tapi justru untuk mengangkat mereka ke level-level berikutnya dengan dukungan dari upline.

Sebenarnya jikapun si ibu berhenti, masih bisa ditangani oleh upline di atasnya lagi. Tapi bisnis ini berjalan begitu penuh kekeluargaan. Para downline menganggap si ibu sebagai pengayom. Ia berhasil mengasah sisi kepemimpinan sesuai dengan jabatannya sebagai director. Maka bisnis ini tidak lagi terlihat main-main di mata saya. Bukan mesin penghasil uang otomatis, sementara kita ongkang-ongkang. Bisnis ini membutuhkan mental pengusaha sejati yang disiplin, bekerja keras, dan pantang menyerah. Si ibu bahkan berkata demi mencapai posisi itu rela tidur jam 3 pagi dan bangun subuh.

Karena itu tak salahlah jika bonus uang yang diberikan tiap bulan dan tiap naik level dinamai cash reward. Ia bukan gaji yang diberikan otomatis semata karena kita telah berstatus pegawai. Ia juga bukan uang kaget yang didapat dari hasil menumpuk uang dari “iuran” para downline. Ia adalah hadiah, penghargaan atas usaha yang dilakukan tiap individu. Tak heran ketika menerima reward tersebut rata-rata mereka menangis terharu dan berpelukan dengan downline. Mungkin terbayang bagaimana perjuangan mereka tiap hari dalam membangun jaringan.

Bagi saya, hadir dalam pertemuan di hari Sabtu itu, adalah babak baru dalam hidup saya. Babak dimana saya mempertanyakan kembali diri saya. Sampai dimana usaha saya untuk mengasah kepribadian positif. Sampai dimana ketabahan saya saat menghadapi cobaan. Sampai dimana keteguhan saya dalam menjalani sebuah jalan yang sudah dipilih. Dan yang terpenting, sampai dimana saya berani melangkah di luar zona aman, demi mencapai semua itu. <d’BC network/a><>adalah contoh terbaik bagi saya sementara ini.

Di antara gempuran MLM yang curang dan manipulatif, d’BC network mampu menunjukkan bahwa mencari uang bisa sejalan dengan peningkatan kualitas diri. Jujur, bisa dipercaya, dan cerdik dalam mengambil peluang. Serupa dengan pribadi yang dicontohkan Rasulullah yang juga bekerja sebagai pedagang. Tak heran jika network ini berhasil menjadi the fastest growing network di ASIA. Maka… jika suatu saat saya putus asa di tengah jalan, tolong ingatkan saya akan tulisan ini.

<Bisnis yang saya ceritakan/a><>

1 Response to "Share: Gabung network dengan pertumbuhan tercepat di ASIA"

tapi setahu saya, kamu sudah tidak jualan kosmetik lagi seperti yang kukutip, “dari dulu sampai sekarang nggak pernah suka dandan. dan menjual produk yang saya nggak suka sama aja bunuh diri hahahaha.”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: